Latest Entries »

Sederhananya, rematik adalah pembengkakan. Hal ini ditandai dengan pembengkakan dan rasa sakit yang ditemukan pada otot, sendi, ligamen dan tendon. Istilah ini digunakan untuk berbagai penyakit terkait di masa lalu. Namun baru-baru ini, rematik dibagi menjadi beberapa kondisi, yang menimbulkan penyakit yang lebih spesifik.

Gejala yang paling umum dari timbulnya rematik adalah demam mendadak, nyeri yang intens, nyeri dan kekakuan dari otot-otot dan komponen tubuh yang terkena.

Untuk rematik otot akut, daerah yang terkena pengalaman sensitivitas tinggi bahwa bahkan ringan dari bed cover dapat menyebabkan sakit luar biasa. Rematik akut biasanya dimulai yang berarti bahwa onset yang cepat dan mungkin pergi cepat juga. Namun, dengan modus yang salah pengobatan, rematik dan efek dapat memperburuk dan kemungkinan besar akan berkembang menjadi rematik kronis.

Nyeri rematik sering menyiksa tetapi juga dapat maju ke negara delibitating. Jadi, penting untuk memberikan bantuan awal sebelum gejala berkembang. Disediakan di bawah ini adalah beberapa teknik homeophatic prevalently digunakan untuk menyembuhkan rematik dan untuk menunda perkembangannya.

Pengobatan dengan cara Juice Kentang

Apa lagi yang bisa efektif daripada menggunakan kentang untuk mencegah timbulnya rematik dan kejengkelan? Untuk jus, satu atau dua sendok teh diambil sebelum makan mungkin cukup. Hal ini bermanfaat dalam mengurangi nyeri dan meminimalkan limbah beracun dalam tubuh. Kulit kentang di sisi lain, mengandung mineral garam yang biasanya digunakan untuk pengobatan rematik. Mineral yang ditemukan dalam kulit kentang dapat diekstraksi dengan cara mendidih. Rebusan ini juga bisa diambil dengan cara yang sama.

Pengobatan dengan cara Bitter Labu

Ini adalah jauh, lebih mudah untuk mengekstrak jus membentuk labu pahit dibandingkan dengan kentang. Secangkir jus ini dikombinasikan dengan satu sendok teh madu harus diambil setiap hari untuk mengobati rematik. Untuk menyediakan lebih lega efektif, pengobatan ini harus digunakan selama tiga bulan.

Pengobatan Dengan cara Seledri

Hal ini lebih nyaman untuk mengekstrak jus dari sayuran sendiri untuk mengobati rematik tetapi cara yang lebih efektif untuk melakukannya adalah dengan cara ekstraksi benih. Hal ini memiliki efek tonik pada lambung dan ginjal. Untuk mencapai lega diinginkan dari rematik, yang terbaik adalah minum cairan panas yang mengandung 5 sampai 10 tetes ekstrak biji. Tapi Anda juga dapat menggunakan bubuk biji seledri sebagai alternatif.

Pengobatan dengan cara Lemon Juice

Untuk hasil yang lebih efisien, penderita harus minum jus tiga lemon sehari-hari.

Pengobatan dengan cara Kenari

Kenari harus benar-benar dimakan tiba untuk efek menguntungkan. Setengah lusin setiap hari mungkin cukup dalam mengobati rematik

Pengobatan rumah juga diakui untuk rematik telah diturunkan dari usia ke usia. Meskipun banyak orang akan efektifitas sengketa mereka atas penyakitnya, para pendukung pengobatan ini akan mengatakan sebaliknya. Apapun konflik antara pengobatan modern dan pengobatan homeophatic mungkin ada, kenyataannya masih tetap harus diakui bahwa orang kapasitas dari metode ini untuk menyembuhkan. Dan mereka masih ada hingga tanggal ini.

Penyakit asam urat adalah jenis artritis yang sangat menyakitkan yang disebabkan oleh penumpukan kristal pada persendian, akibat tingginya kadar asam urat di dalam tubuh. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, dengkul, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Selain nyeri, penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku.

Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan. Penyakit asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Penderita asam urat biasanya juga memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis. Separuh dari penderita asam urat adalah orang yang kegemukan. Bila dibiarkan, penyakit asam urat bisa berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal.

Pantangan Asam Urat

Perubahan gaya hidup, konsumsi obat tertentu dan menghindari makanan yang berkadar purin tinggi dapat mengendalikan asam urat. Berikut adalah makanan tinggi purin yang menjadi pantangan bagi penderita asam urat. (Ingat bahwa masing-masing orang memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap makanan. Makanan yang sangat cepat menimbulkan serangan asam urat pada satu orang belum tentu menimbulkan efek yang sama pada yang lainnya).

  • Alkohol dan soft drink
  • Melinjo dan emping
  • Kacang-kacangan
  • Jamur, bayam matang, dan sawi
  • Daging kambing
  • Jeroan dan gajih (lemak)
  • Kerang-kerangan
  • Bebek dan kalkun
  • Salmon, mackerel, sarden, kepiting, udang, dan beberapa ikan lainnya
  • Krim dan Es krim

Anjuran

Beberapa hal berikut dianjurkan untuk mengurangi asam urat:

  • Jangan minum aspirin (bila membutuhkan obat pengurang sakit, pilih jenis ibuprofen dan lainnya)
  • Perbanyak minum air putih– terutama bagi penderita yang mengidap batu ginjal– untuk mengeluarkan kristal asam urat di tubuh.
  • Makan makanan yang mengandung potasium tinggiseperti:
    • Sayuran dan buah-buahan
    • Kentang
    • Alpukat
    • Susu dan yogurt
    • Pisang
  • Makan buah-buahan kaya vitamin C, terutama jeruk dan strawberry
  • Aktif secara seksual(Berita bagus! Seks ternyata memperlancar produksi urin sehingga menurunkan kadar asam urat).

Definisi Penyakit Jantung rematik (RO)

Penyakit jantung rematik adalah penyakit yang merusak katup jantung, seperti kebocoran atau striktur, katup mitral khususnya (stenosis mitral) yang disebabkan oleh demam rematik. Penyakit ini sangat berbahaya karena menyebabkan katup dari katup jantung dalam perjalanan proses penyakit yang dimulai dengan cedera tenggorokan.

Demam rematik adalah penyakit sistemik itu sendiri, yang dapat menyebabkan akut, subakut, kronis atau fulminan, menyebabkan infeksi streptokokus grup A beta-hemolitik di saluran pernapasan bagian atas. Demam rematik ditandai oleh demam berkepanjangan, jantung berdebar, kadang-kadang lelah. Secara umum, serangan penyakit ini pada usia 5-15 tahun, penyakit ini jarang terlihat pada anak di bawah usia 4 tahun dan lebih dari 50 tahun.

Gejala Penyakit Jantung rematik (RO)

Secara umum, sesak napas yang dialami pasien disebabkan oleh masalah jantung sudah bergerak, nyeri di persendian, bintik-bintik kemerahan pada kulit, gerakan tangan, tidak teratur dan tak terkendali. Selain itu, tanda yang menyertai neyi juga pada perut, penurunan berat badan, cepat lelah dan demam.

Diagnosis Penyakit Jantung rematik (RO)

Selain adanya tanda-tanda dan gejala yang muncul secara langsung pada fisik, dokter biasanya akan melakukan beberapa tes laboratorium yang menunjukkan, misalnya, tes darah rutin, Asto, CRP dan budaya tenggorokan. Survei paling akurat adalah ekokardiografi lakukan untuk melihat status katup dan otot jantung

Pengobatan Penyakit Jantung rematik (RO)

Jika diagnosis ditegakkan oleh penyakit jantung rematik dan infeksi persisten dengan bakteri streptokokus, tapi yang utama adalah yang berasal dari tim dokter memberikan antibiotik dan anti-inflamasi. Sebagai contoh, pemberian penisilin oral dan antibiotik penisilin benzatin G. Pada pasien yang alergi terhadap obat lain, ada alternatif lain, eritromisin atau kelompok sefalosporin. Sementara anti-inflamasi biasanya kortison dan aspirin. Pasien didorong untuk berpikir istirahat adalah di ranjang rumah sakit, di samping tim medis tentang bagaimana untuk menangani kemungkinan komplikasi seperti gagal jantung, endokarditis bakteri atau Trombo tromboemboli.

Pasien jantung rematik (PJR) tanpa gejala tidak memerlukan pengobatan. Pasien dengan gejala ringan gagal jantung, perawatan medis untuk mengatasi keluhannya. Gejala pasien yang membutuhkan pengobatan invasif atau intervensi bedah. Tetapi terapi bedah dan intervensi ini masih terbatas dan biayanya relatif mahal dan memerlukan jangka panjang tindak lanjut.

Pencegahan Penyakit Jantung rematik (RO)

Ketika kita lihat diatas Kor paru-paru yang mungkin terjadi dengan adanya suatu peristiwa yang memicu, demam rematik (CD), tentu saja, pencegahan terbaik, karena kami tidak mendapatkan demam rematik (CD) (Streptococcusbeta hemolitik adalah infeksi).

Dapat melihat bahwa ada beberapa faktor yang mendukung seseorang mengembangkan kuman, termasuk faktor-faktor lingkungan seperti kondisi hidup yang buruk, kondisi kehidupan yang ramai dan akses masyarakat miskin ke perawatan medis merupakan penentu utama dari distribusi penyakit ini. Cuaca terjadi variasi memiliki peran penting dalam patogenesis radang DR.

Seseorang yang terinfeksi dengan bakteri streptokokus dan demam rematik harus diberikan dengan antibiotik. Hal ini untuk mencegah kemungkinan serangan kedua kalinya atau bahkan menyebabkan penyakit jantung rematik.

Definition :
Penyakit Jantung Rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala sisa dari Demam Rematik (DR).

Sign & Symptoms :
Penderita umumnya megalami sesak nafas yang disebabkan jantungnya sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah- pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali (korea), atau benjolan kecil-kecil dibawah kulit. Selain itu tanda yang juga turut menyertainya adalah nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah dan tentu saja demam.

Diagnose :
Selain dengan adanya tanda dan gejala yang tampak secara langsung dari fisik, umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, misalnya; pemeriksaan darah rutin, ASTO, CRP, dan kultur ulasan tenggorokan. Bentuk pemeriksaan yang paling akurat adalah dengan dilakukannya echocardiografi untuk melihat kondisi katup-katup jantung dan otot jantung.

Treatment :
Apabila diagnosa penyakit jantung rematik sudah ditegakkan dan masih adanya infeksi oleh kuman Streptococcus tersebut, maka hal utama yang terlintas dari Tim Dokter adalah pemberian antibiotika dan anti radang. Misalnya pemberian obat antibiotika penicillin secara oral atau benzathine penicillin G. Pada penderita yang allergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lain adalah pemberian erythromycin atau golongan cephalosporin. Sedangkan antiradang yang biasanya diberikan adalah Cortisone and Aspirin. Penderita dianjurkan untuk tirah baring dirumah sakit, selain itu Tim Medis akan terpikir tentang penanganan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti gagal jantung, endokarditis bakteri atau trombo-emboli. Pasien akan diberikan diet bergizi tinggi yang mengandung cukup vitamin. Penderita Penyakit Jantung Rematik (PJR) tanpa gejala tidak memerlukan terapi. Penderita dengan gejala gagal jantung yang ringan memerlukan terapi medik untuk mengatasi keluhannya. Penderita yang simtomatis memerlukan terapi surgikal atau intervensi invasif. Tetapi terapi surgikal dan intervensi ini masih terbatas tersedia serta memerlukan biaya yang relatif mahal dan memerlukan follow up jangka panjang.

Prevention :
Jika kita lihat diatas bahwa penyakit jantung paru sangat mungkin terjadi dengan adanya kejadian awal yaitu demam rematik (DR), Tentu saja pencegahan yang terbaik adalah bagaimana upaya kita jangan sampai mengalami demam rematik (DR) (terserang infeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus). Ada beberapa faktor yang dapat mendukung seseorang terserang kuman tersebut, diantaranya faktor lingkungan seperti kondisi kehidupan yang jelek, kondisi tinggal yang berdesakan dan akses kesehatan yang kurang merupakan determinan yang signifikan dalam distribusi penyakit ini. Variasi cuaca juga mempunyai peran yang besar dalam terjadinya infeksi streptokokkus untuk terjadi DR. Seseorang yang terinfeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus dan mengalami demam rematik, harus diberikan therapy yang maksimal dengan antibiotiknya. Hal ini untuk menghindarkan kemungkinan serangan kedua kalinya atau bahkan menyebabkan Penyakit Jantung Rematik.

Gejala penyakit rematik – Rematik merupakan penyakit yang jika tidak ditangani dengan segera akan berakibat penurunan kualitas hidup penderitanya. Hal ini disebabkan jika penyakit tersebut berkepanjangan dapat menimbulkan kecacatan dan depresi pada si penderitanya.

Seseorang yang menderita penyakit rematik pada umumnya akan di bawa ke dokter pada waktu penyakit tersebut sudah dalam kondisi parah. Biasdanya mereka dalam kondisi sudah tidak dapat berjalan, sendi-sendi di tangannya sudah cacat, atau bahkan depresi berat.

Sebetulnya jika penyakit rematik si penderitanya langsung di bawa ke dokter atau ditangani sejak dini, maka kecacatan tersebut atau parah dapat dihindari lewat metode pengobatan, operasi, dan terapi fisik. Dengan begitu, penanganan dengan tepat maka akan menghasilkan kesembuhan. Harus diketahui juga bahwa penyakit rematik merupakan penyakit jika tidak ditangani sejak dini akan berakibat si penderita akan mengalami penyakit tersebut seumur hidupnya.

Awalnya pendeteksian penyakit ini dilakukan dengan cara tes Rheumatoid Faktor (RF). Namun tes antibodi ini juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit autoimun lainnya, seperti infeksi kronik. Penanda yang lebih spesifik untuk penyakit ini dilakukan lewat tes anti CPP atau Anti-cylic citrullinated antibody. Tes ini relatif batu dan merupakan penanda yang dapat mendeteksi munculnya rematik secara lebih dini. Karena hasil tes ini bisa memprediksi munculnya rematik lima tahun kedepan. Deteksi dini sangat penting bagi diagnosis rematik. Pasalnya dengan penanganan dini pula maka berbagai kerusakan sendi dapat dicegah.

Adapun Gejala Rematik antara lain :
1. Kekakuan pada dan seputar sendi yang berlangsung sekitar 30-60 menit di pagi hari.
2. Bengkak pada 3 atau lebih sendi pada saat yang bersamaan.
3. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi pada sendi-sendi tangan.
4. Bengkak dan nyeri umumnya terjadi dengan pola yang simetris (nyeri pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh) dan umumnya menyerang sendi pergelangan tangan.

1. Sakit atau radang dan terkadang bengkak dibagian persendian pergelangan jari, tangan, kaki, bahu,
lutut (dengkul), pinggang, punggung dan sekitar leher.
2. Sakit rematik dapat berpindah-pindah tempat dan bergantian bahkan sekaligus di berbagai persendian.
3. Sakit rematik biasanya kambuh pada saat cuaca mendung saat mau hujan atau setelah mengkonsumsi makanan pantangan seperti : sayur bayam, kangkung, kelapa, santan, dll.

Orang awam menyebutnya rematik tulang. Dalam bahasa medis dikenal sebagai rheumatoid arthritis. Peradangan terjadi pada persendian tulang rawan. Jumlah penderitanya di dunia sekitar 1 persen. Trennya terus meningkat, terutama di kalangan kaum Hawa. Hal ini paling tidak terlihat dari data di Amerika Serikat. Studi Mayo Clinic menunjukkan terjadi kenaikan setelah empat dekade kecenderungannya menurun. Perubahan terjadi mulai pertengahan 1990-an. Menurut studi kasus antara 1995 dan 2005, penderita wanita mencapai 54 dari 100 ribu orang, sedangkan pada pria rasionya tetap 29 per 100 ribu orang. Rata-rata responden berusia 56,5 tahun. Namun, seiring dengan peningkatan angka kejadian, persepsi orang terhadap penyakit tak juga berubah, dan beberapa mitos yang salah masih beredar.

Paul Kremer, MD, pakar rematik dari Albany Medical College, New York, menyebutkan peradangan pada tulang yang dikenal sebagai rematik adalah kondisi yang mudah ditemukan. Namun, sebenarnya ada tiga jenis rematik, yakni osteoartritis ketika peradangan terjadi pada sendi tanpa rasa nyeri, kemudian rematik yakni bengkak di sendi dengan rasa nyeri, dan rematik pada tulang rawan. Yang terakhir ini, kata dia, sering kali disalahartikan sebagai osteoartritis. Rematik tulang sering juga dianggap sebagai rematik biasa. Dan inilah yang muncul sebagai mitos di masyarakat. Faktanya, penyakit ini bukan derita artritis yang biasa, baik rematik maupun osteoartritis yang disebabkan oleh kecelakaan atau gangguan persendian yang umum ditemukan karena usia sudah lanjut.

Rematik tulang merupakan kondisi kronis dari gangguan otoimun yang progresif. Pemicunya tidak jelas, tapi tubuh membuat antibodi untuk menyerang jaringan selnya sendiri. Serangan ini sebagian besar berpengaruh pada persendian. Meski begitu, bisa juga berefek pada bagian tubuh lain. Serangannya berlangsung terus-menerus. “Inilah yang paling membingungkan antara osteoartritis dan rheumatoid arthritis (RA). Dan lebih membingungkan lagi karena pasien RA sering kali juga menderita osteoartritis,” Kremer menjelaskan.

Kasus osteoartritis kebanyakan ditemukan pada orang paruh baya atau lebih lanjut. Tidak demikian pada penderita rematik tulang. Sebagian besar serangan terjadi antara usia 30 dan 55 tahun. “Inilah usia puncak untuk penyakit ini. Meski siapa pun bisa menderita karenanya, bahkan juga remaja,” kata Kremer. Namun, pasien tua ada kemungkinan menderita RA yang lebih berat karena serangan penyakit ini progresif dan mungkin manula sudah lama menderitanya.

Orang juga beranggapan RA bukanlah gangguan serius. Faktanya, rematik tulang bisa mengancam kesehatan secara menyeluruh, terutama jika tidak mendapat perawatan yang memadai. “Kebanyakan orang menilai ‘kecil’ RA dengan menganggapnya sebagai rematiknya nenek sehingga mengabaikannya,” ujar Kremer. Walhasil, mereka pun menunda pengobatan, bahkan hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Dalam masa itu, kerusakan pada persendian terus berlangsung.

Padahal Kremer menyatakan RA membutuhkan diagnosis yang cepat dan tepat serta perawatan secara reguler untuk melindungi persendian dari kerusakan. Dan pengobatan lebih awal dan reguler ini bisa melindungi fungsi tulang dalam jangka panjang dan membuat pasien tidak bergantung kepada orang lain.

Kremer menyebutkan rematik tulang juga meningkatkan risiko derita lain, seperti penyakit kardiovaskular, infeksi, dan penyakit paru-paru. “Inilah tiga penyakit yang lekat dengan penderita RA,” ia menegaskan. Sebuah studi terbaru yang dipaparkan akhir bulan lalu mengukuhkan kaitan RA dengan penyakit jantung. Dr Hilal Maradit Kremers, ahli epiodemologi dari Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, menyatakan risiko terkena serangan jantung dua kali lipat, selain cenderung mengalami komplikasi.

Kondisi yang diderita pasien ini adalah disfungsi diastolik yang menyebabkan salah bilik di jantung menjadi kaku. Menurut Hilal, kondisi ini bisa berakhir pada gagal jantung. “Pasien RA tidak hanya berpeluang lebih tinggi mengalami serangan jantung dan gagal jantung, tapi juga ada kemungkinan lebih buruk kondisinya bila sekali saja mendapat gangguan kardiovaskular,” ucapnya. Studi lain yang dilakoni Marie Gunnarsson, mahasiswa doktoral pada Institute of Environmental Medicine pada Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, bersama koleganya menemukan risiko serangan jantung pada pasien RA dua kali lipat setelah melakukan diagnosis selama 10 tahun.

Ada mitos bahwa kebanyakan pasien RA berakhir di kursi roda atau bergantung kepada perawat di rumah. Faktanya, rematik tulang memiliki kondisi berbeda pada setiap orang. Namun, kebanyakan pasien bisa hidup mandiri. Dari studi selama 20-30 tahun, kata Kremer, ditemukan mayoritas pasien RA yang mendapat perawatan penuh bisa independen dan beraktivitas. Studi terbaru bahkan menyatakan 94 persen pasien RA bisa hidup normal tanpa ketergantungan kepada orang lain setelah hidup dengan penyakit ini selama 10 tahun.

Ada juga yang beranggapan orang dengan RA tidak mampu bekerja. Faktanya, beban kerja atau kegiatan rutin mungkin bisa mengubah derita itu. Namun, mungkin mitos ini benar ketika pengobatan tidak semaju seperti saat ini. “Banyak pasien masih diizinkan bekerja dan biasanya mereka membatasi aktivitas ketika terjadi serangan. Tapi kebanyakan pasien RA bisa tetap bekerja,” Kremer menegaskan.

Banyak pasien RA enggan berobat karena berpikir pengobatannya mengundang racun sehingga sebaiknya menunggu kondisi lebih baik sebelum memulai perawatan. “Ini merupakan mitos yang paling berbahaya,” Kremer mengingatkan. Ada segepok bukti bahwa pengobatan lebih awal bisa mencegah kerusakan pada persendian. “Idealnya pengobatan dilakukan sesegera mungkin setelah diagnosis,” ia menambahkan. Penundaannya akan membuahkan kondisi yang lebih buruk.

Orang juga menganggap mayoritas pasien RA menderita kanker. Faktanya, penderita RA memang berisiko lebih tinggi dibanding kebanyakan orang untuk mengalami kanker darah atau limfoma, tapi risiko kanker secara keseluruhan rendah. “Untuk limfoma, risikonya dua kali lipat, tapi masih belum jelas kenapa,” ujar Kremer. Namun, ia menambahkan, meski risikonya berganda, pasien RA yang menderita limfoma jumlahnya minoritas. Dari sebuah studi yang melibatkan 2.000 pasien RA dan dicermati selama delapan tahun, hanya 11 orang yang menderita limfoma. Pada orang tanpa RA, dalam kurun waktu yang sama yang terserang sebanyak 3-8 orang.

Mitos terakhir, nyeri pada sendi membuat penderita harus istirahat hampir sepanjang hari. Faktanya, justru sebaliknya nyeri sendi karena RA membutuhkan gerakan pelemasan dan latihan kebugaran. Memang beristirahat perlu tapi, kata Kremer, kebanyakan pasien RA harus bergerak dan berolahraga lebih sering, bukannya menguranginya. Otot sekitar persendian menyumbang pada kekuatan dan kestabilan sendi. Walhasil, semua otot perlu latihan reguler untuk tetap sehat.

Demam rematik adalah penyakit anak / dewasa, dan ditandai dengan demam dan nyeri karena pembengkakan sendi, sebagian besar anggota badan, terutama pergelangan kaki dan lutut. Fitur penting dari nyeri karena pembengkakan sendi adalah bahwa hal itu cepat berlalu di alam yaitu pembengkakan sendi bergerak dari satu sendi yang lain. Bersamaan / segera, dalam tahap akut, jantung juga mungkin terlibat.

Oleh karena itu, diagnosis dini, atau kecurigaan dari penyakit ini diperlukan untuk pengobatan yang tepat, terutama untuk menyelamatkan jantung dari kerusakan. Oleh karena itu, sinyal peringatan RF adalah bahwa setiap kali nyeri sekilas / pembengkakan terjadi pada sendi, dokter harus dikonsultasikan untuk diagnosis yang tepat. Sinyal ini harus diakui oleh orang tua / guru khususnya, dan orang dewasa harus tahu tentang penyakit seperti masalah rutin.

Sejumlah sendi mungkin terlibat pada satu tahap, dan sendi lain juga mungkin ‘terlibat sebelum pembengkakan / nyeri pada sendi yang terlibat sebelumnya menghilang. Pembengkakan pada sendi yang terkena mulai kemunduran ‘dalam waktu sekitar seminggu, dan sendi dapat menjadi normal dalam waktu 3-4 minggu.

Hal yang paling penting adalah bahwa penyakit mungkin terbatas yakni bisa mereda tanpa pengobatan apapun. Jika serangan tersebut terus terjadi, meskipun sendi sembuh sepenuhnya selama serangan masing-masing, organ yang paling penting dari tubuh yaitu hati, mungkin rusak secara permanen.

Apa penyebab dari RF?

Penyakit ini terjadi sebagai akibat dari sakit tenggorokan oleh organisme khusus yang disebut kelompok A streptokokus. Tidak ada perpanjangan langsung dari infeksi dari tenggorokan atau dari saluran pernapasan bagian atas, baik untuk sendi atau ke jantung. Baik sendi dan jantung terlibat sebagai akibat dari respon alergi karena infeksi streptokokus di tenggorokan, setelah periode laten 7-10 hari, di mana antibodi terhadap streptokokus mengembangkan / muncul dalam darah. Dengan demikian penyakit imunologi, dan tentu saja, terjadi pada individu yang rentan.

Infeksi pada tenggorokan bisa disebabkan oleh organisme spesifik, kelompok A streptokokus yaitu. Oleh karena itu, semua kasus sakit tenggorokan mungkin tidak menghasilkan jenis masalah yang serius atau penyakit.

Apa bagian-bagian lain dari tubuh dimana respon alergi di atas terjadi?
Selain sendi dan jantung, sistem saraf pusat juga dapat terlibat. Anak pasien / bisa mendapatkan tidak teratur, tiba-tiba, jenis dendeng gerakan pada waktu variabel / batas / tempat. Ini manifestasi dari RF disebut chorea rematik, dan dalam hal ini ada respon inflamasi alergi dari basal ganglia berbaring di otak. Hal ini bahkan dapat terjadi secara independen, atau dengan manifestasi lain dari RF.

Selanjutnya, kulit juga mungkin terlibat sebagai akibat dari reaksi alergi, yang disebut nodul subkutan rematik. Nodul ini yang cukup sulit terletak tepat di bawah kulit, tidak menimbulkan rasa sakit untuk pasien, dan sekitar 0,1 sampai 2,0 cm dalam ukuran. Mereka muncul terutama pada area tulang tubuh seperti bagian belakang tangan dan pada kaki, dll patela, dan dapat muncul dalam jumlah yang pada suatu waktu. Mereka mungkin muncul atau menghilang dalam waktu singkat dan bisa kambuh di daerah baru juga. Mereka kebanyakan terjadi dengan fitur-fitur lain dari RF, terutama dengan keterlibatan jantung.

Manifestasi lain dari RF, meskipun jarang terlihat di daerah tropis, adalah ruam kulit alergi disebut erythem.a marginatum, yang mungkin muncul di berbagai kalangan. Kalangan ini mungkin bergabung memberikan berbagai bentuk lesi. Ruam juga dapat sekilas di kali, yakni mungkin perjalanan dari satu bagian kulit ke bagian lain, tanpa meninggalkan tanda keterlibatan di bagian yang terkena. Seperti nodul subkutan, juga sebagian besar disertai dengan lesi jantung RF. Baik nodul subkutan dan ruam dapat terjadi pada pasien yang sama. Ruam hilang sepenuhnya segera setelah tahap akut dari RF berakhir. Hal ini terjadi biasanya pada bagian belakang pasien dan atas kedua tungkai atas dan bawah.

Oleh karena itu, dari di atas, jelas bahwa berbagai manifestasi RF, yaitu sendi, jantung, sistem saraf pusat, kulit dll keterlibatan dapat terjadi secara independen, atau dalam berbagai kombinasi, dan karenanya baik pasien dan dokter harus cukup waspada dalam mencurigai / awal mendiagnosis kondisi tersebut.

Mengenai sakit tenggorokan, tidak dapat membantu dalam diagnosis, sebagai manifestasi dari penyakit terjadi setelah 7-10 hari (periode laten) dari sakit tenggorokan, dan bahkan riwayat sakit tenggorokan mungkin tidak dalam pemberitahuan dari pasien.

Anda pernah mendengar ungkapan “Anda adalah apa yang Anda makan”, sehingga banyak kasus dengan gejala encok dan gejala rematik. Kabar baiknya adalah bahwa ada sejumlah makanan sehat lezat yang akan memerangi keduanya. Benar, ada banyak makanan lezat yang Anda perlukan untuk menghindarinya, tetapi mudah-mudahan, dengan cukup makanan yang tepat akan membuat anda lebih senang.

Bagaimana untuk mengurangi gejala gout

Makan makanan yang tepat adalah sama pentingnya dengan jauh dari makanan yang salah. Diet tinggi omega 3 asam lemak untuk mengurangi gejala gout, tetapi lemak dari produk susu bekerja dengan cara yang berlawanan. Purin adalah musuh (seperti asam urat), yang masuk akal mengingat bahwa mereka bergandengan tangan. Buah-buahan segar dan sayuran sangat dianjurkan untuk kedua penderita gout dan rematik. Sayuran tertentu seperti seledri, wortel dan hampir semua buah-buahan jeruk terdapat pektin di dalamnya. Pektin adalah zat penting untuk menghilangkan gejala arthritis dalam mendorong fleksibilitas sendi.

Gejala rematik sebenarnya mempunyai banyak makanan untuk digunakan mengobati asam urat. Bawang, misalnya, adalah salah satu sayuran sehat yang dapat Anda makan. Bukan saja bawang bermanfaat bagi penderita rheumatoid arthritis dan merupakan bagian penting dari diet gout, tetapi juga mengandung antibiotik yang kuat dan kualitas yang baik untuk penderita masalah jantung juga. Jika Anda bisa mendapatkan vitamin C yang diperlukan untuk pengobatan gejala gout dan analgesik untuk membantu meringankan gejala arthritis dan satu makanan lezat, apakah Anda mau memakannya? Tentu saja Anda mau.

Untungnya, ini persis dengan kasus ceri manis. Hanya Tuhan yang tahu apa yang telah dilakukan kepada mereka. Para ceri manis segar adalah apa yang kita maksudkan. Ceri manis menggantikan secangkir teh Anda? Tidak apa-apa, karena ceri asam (bukan vitamin C) menawarkan vitamin A bagi tubuh Anda yang dapat membantu meringankan peradangan terlibat dengan rasa sakit arthritis dan gout. Ceri ini khusus bekerja (dengan anti-oksidan) untuk “Roto simpatisan” keluar arteri yang tersumbat  sebagai akibat dari luapan asam urat.

Gejala asam urat gout Anda – peradangan, pembengkakan, kemerahan, panas dan nyeri menyakitkan – yang disebabkan oleh kristal asam urat dalam sendi, tendon dan jaringan sekitarnya. Sendi yang paling umum adalah jempol kaki, pergelangan kaki dan lutut, tetapi, hampir setiap sendi dapat dipengaruhi. Di sini, Anda akan menemukan bagaimana untuk menyingkirkan gejala asam urat Anda dengan menggunakan 5 tips sederhana.

Asam urat diproduksi ketika ‘purin’ mengalami kerusakan dalam tubuh kita setelah melakukan pekerjaan penting untuk mengubah makanan menjadi energi dan gen untuk protein. Purin adalah senyawa kimia yang muncul secara alami dalam sel tubuh kita dan dalam banyak makanan kita. Jadi apapun obat untuk gout Anda harus mengambil diet sebagai pertimbangan.

Berikut adalah 5 cara sederhana untuk mengurangi gejala asam urat gout Anda, dimulai dengan diet Anda: -

1. Anda harus menghindari makanan dengan kadar purin tinggi  seperti, daging merah, jeroan, kuah, kaldu, unggas, kerang, telur ikan, sarden, makarel, kacang-kacangan, ekstrak ragi, dll Juga alkohol. Hindari alkohol, terutama bir!

2. Makan 5 porsi sayuran dan buah segar setiap hari membantu untuk menyiram asam urat keluar dari sistem Anda. Sebaiknya hindari kembang kol, asparagus dan jamur karena mereka relatif tinggi purin.

3. Hal ini sangat penting untuk flush kelebihan asam keluar dari sistem anda dengan minum minimal 2 liter air setiap hari.

4. Makan banyak buah ceri: secangkir pada setiap kali makan. Buah ceri memiliki kekuatan antioxident dan anti-inflamasi dan dikenal sebagai obat alami yang sangat efektif untuk gout.

5. Ambil Alfalfa untuk mengurangi kadar asam. Hal ini berfungsi sebagai agen anti-inflamasi. Anda dapat mengambil dalam bentuk biji, ekstrak kapsul atau cair.

Ini hanyalah beberapa cara dari banyak perawatan alami untuk menghilangkan gejala asam urat gout.

Tapi apa yang perlu Anda pertimbangkan sekarang adalah bagaimana mencegah gout Anda kembali lagi dan lagi. Jika semua yang Anda lakukan adalah menyingkirkan gejala setiap kali Anda menderita serangan, tanpa melakukan apa pun untuk mencegah serangan gout lebih lanjut, Anda menjalankan resiko kerusakan sendi yang mungkin permanen karena serangan gout ini berulang . Idealnya, Anda perlu untuk meringankan rasa sakit gejala gout sekarang, dan, mencegah asam urat Anda kembali di masa depan.

Setiap orang pasti menjadi tua dan akan banyak menemui masalah di dalam tubuh. Menjadi tua sering dikaitkan dengan memiliki masalah dengan sendi seperti rematik, padahal hal ini tidak terjadi pada orang tua saja  bahkan orang biasapun memiliki masalah rematik.

Ada berbagai bentuk penyakit rematik namun selalu ada satu hal umum dari mereka, yang merupakan masalah dengan sendi dan tulang rawan. Yang paling umum di sini adalah Osteoartritis yang juga disebut sebagai robekan pada tulang rawan sendi dan ini terjadi ketika seseorang merasa nyeri di sendi-nya juga. Ini harus dipahami bahwa kasus ini adalah penuaan yang sederhana atau perusakan tulang rawan untuk melindungi sendi. Tetapi karena tidak ada lagi perlindungan apapun, sendi yang sakit seperti mobil yang tidak memiliki ban dan dengan demikian sebuah rasa sakit yang dirasakan sangatlah mengganggu. hal ini mudah untuk dianalisis, namun hal ini menjadi sulit ketika kita dihadapkan pada kegiatan seperti menyisir rambut bahkan hanya untuk memegang dompet atau sisir. Sendi tentu saja sakit bahkan bisa juga terjadi pembengkakan. Otot juga menjadi sakit karena hal ini.

Hal ini tidak jauh berbeda dari Rheumatoid Arthritis namun kasus ini sedikit berbeda. Pada penyakit ini, sistem kekebalan seseorang yang menyerang dirinya dan korbannya adalah sendi. Merusak sendi bisa juga terjadi pada penyakit ini. Nyeri sendi, akibat dari poenyakit ini seseorang bisa terkena demam dan kelelahan

Lupus juga merupakan bagian dari keluarga rheuma yang merupakan masalah sendi dan perbedaannya mungkin hanya pada gejala-gejala yang sulit untuk disembuhkan. Kesepakatan besar tentang penyakit ini adalah bahwa para korban tidak boleh terkena sinar matahari sehingga berarti bahwa ia harus hidup seperti vampir atau setidaknya menggunakan payung  sepanjang waktu. Ada juga kesepakatan besar di kerontokan rambut dan masalah ginjal yang adalah bagian dari penyakit ini.

Masalah lain seperti Sindrom Sjogren dan Ankylosing Spondylitis juga bagian dari keluarga penyakit rematik yang juga melibatkan sendi-sendi. Hal ini tidak sulit untuk diketahuii gejala dari semua ini karena mereka hampir serupa. yang terpenting untuk mencegah semua ini adalah olahraga teratur dan mengurangi stress baik di kantor atau di rumah. diet juga dapat membantu meringankan situasi bagi mereka yang sudah menjadi korban dari penyakit. Diagnosis dini juga akan membantu tetapi sekali lagi, dalam hal ini, tidak ada yang mengalahkan pencegahan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.